Jumat, 20 Maret 2015

Monolog : tentang Hasrat dan Hidup

Hari-hari cepat berlalu ya... I'm getting older eventually...
Siklus berjalan, semua berubah, segala sesuatu berganti.

Kalau melihat ke belakang, ternyata banyak hal yang dulu ada, sekarang hilang, atau, yang dulu tak ada, sekarang menjadi ada. Jika saja Allah tak memberikan janji-janjinya, barangkali aku sudah lama terjebak dalam suatu waktu di masa lalu...

Tentu saja, kalau boleh memilih, manusia pasti memilih apa yang dia sukai, mengutamakan egonya, bahkan untuk hal yang tak masuk di akal, tapi pada akhirnya, Allah juga yang menentukan, apa yang pantas dan tidak pantas didapatkan seseorang. Barangkali bukan perihal pantas dan tidak pantas, tapi tentang takdir : apa yang memang diciptakan untukmu dan apa yang bukan.

Harta.
Kedudukan.
Cinta.
Umur panjang.
Rasanya itu-itu saja yang difikirkan manusia.

Aku sendiri, cenderung tenggelam dalam buku-buku, tempat yang aman untuk bersembunyi dan menghindari memikirkan hal-hal monoton itu. Bukannya tak baik bersikap manusiawi dan memikirkan hal-hal duniawi...tapi, barangkali aku saja yang sedang lelah mengamati dunia...seolah semua orang berlomba dan aku duduk diam menonton mereka. Aiih...seperti boneka saja!
Mmm...tidak, mungkin bukan boneka, mungkin zombi? Makhluk yang bergerak, tapi pada dasarnya sudah mati. Ahh, kesannya aku jadi orang yang tak ingin hidup lagi. Tidak, bukan begitu juga. Aku sendiri bahkan kesulitan mendeskripsikan diriku sendiri. Sudahlah, abaikan saja.

Aku masih hidup, sampai detik ini, belum ingin mati.
Bukan takut mati juga,
Aku tidak takut mati,
Aku takut hidup sia-sia.

Sebenarnya, pertanyaan pentingnya bukanlah 'seberapa lama kita hidup?',
tapi 'seberapa banyak kita telah memberi manfaat pada kehidupan?'

Jadi, tidak perlu dikeluhkan apa yang mungkin dulu kamu miliki atau tidak kamu miliki. Cukuplah apa yang Allah berikan, mungkin malah lebih dari cukup. Tak perlu kecewa atau mencari-cari yang tak ada, Allah tau porsi yang paling tepat untukmu.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216)

Jadi, jalanilah hidupmu. Coba melihat sisi baiknya, seburuk apapun, semembosankan apapun hidup yang kamu jalani. Bisa jadi, itu memang yang terbaik untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar