Dear Moony,
Tahun ini sudah berjalan hampir
tiga bulan... Ahh, apa saja yang sudah
kulakukan sejauh ini? Resolusi tampaknya tidak berjalan sebagaimana seharusnya.
Obat-obatan terabaikan. Makan junk food semena-mena. Tidur malam hampir tidak
pernah! Mau jadi apa aku ini?
Well, banyak yang tak terduga yang terjadi. Funny how life can be so
surprising.
Tiba-tiba pengiriman paket kartu pos-kartu pos dari China ke Indonesia datang terlambat semua.
Tiba-tiba teman terbaik menikah dalam waktu dekat.
Tiba-tiba pengeluaran untuk pembelian buku-buku (pribadi) membengkak
100% mulai Januari.
Tiba-tiba aku merasa lelah dan kehilangan fokus karena semua
ketiba-tibaan ini.
Hufftthh...
Bila waktu bisa berhenti sebentar
saja, aku ingin istirahat sejenak, melarikan diri, keluar dari semua kerumitan
ini. Mungkin berlibur ke sebuah desa terpencil dengan pantai yang bersih,
menikmati aroma air laut, langit biru, dan tiupan angin. Ah, di mana tempat
macam itu??? Atau...nggak usah jauh-jauhlah, mungkin ke Bandung saja, dari dulu
aku berniat ingin menghabiskan liburan di kebun strawberi, belum kunjung
terlaksana...
Time runs fast.
Days pass away.
Pada akhirnya, khayalan-khayalan rencana
berlibur yang begitu ‘fantastis’ itu kandas, hilang entah kemana. Hari-hari
bersantai akhirnya tetap di antara tempat tidur, laptop, junk food, dan
setumpuk buku. Oh, bukan setumpuk, tapi sekamar! Ya, sekamar buku! Aku menimbun
buku seperti ular boa menyantap makanan besar sebelum hibernasi yang panjang.
Ya, itu dia liburanku. Masuk ke buku A, keluar, pindah ke buku B, keluar, lalu
masuk ke buku C, begitu seterusnya. Buku-buku selalu menghibur, tapi di luar
itu, rutinitas tetap terasa begitu menjemukan, sampai aku merasa akan mati
saking bosannya!!! Apa sudah ada record untuk orang yang mati karena terlalu
bosan???
However, life must go on.
Untungnya, walaupun penjualan kartupos tersendat-sendat, pemasukan dari penjualan buku berjalan dengan lancar. Alhamdulillah. Pemasukan yang signifikan ini ternyata juga berujung pada buku! Hahaha. Yeaahh!!! Lagi-lagi aku belanja buku seprti orang kesetanan. Sebenarnya, apa yang sedang merasukiku? Kurasa, bulan depan aku harus mulai mendata setiap ‘cemilan’ buku yang kubeli, setidaknya aku bisa melihat seberapa dahsyatnya aku bisa menghabiskan uangku untuk menimbun buku di kamar.
Di tengah semua kegalauan ini,
aku menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang mengusik ketenangan duniaku. The
Glass World sejauh ini damai, tersembunyi, terasing, jauh dari jangkauan
siapapun. Belakangan aku merasa ada hal-hal kecil aneh yang tengah terjadi di
dalam sini. Apa ya? Nggak mungkin kan ada yang bisa masuk? Well, sebagian kecil
orang mungkin masih bisa melihatnya, tapi ini adalah The Glass World – Dunia
Kaca, I don’t let anyone in! Jadi, bagaimana mungkin akhir-akhir ini aku merasa
begitu kosong, melayang-layang, memikirkan apa yang mungkin tengah masuk
diam-diam ke dalam duniaku...
Beberapa orang memberi jawaban
alternatif : Cinta? Entahlah. Aku ragu. Kata itu terasa begitu asing dan norak.
Mendengarnya saja aku malu setengah mati! Geli! Mungkin karena sudah
bertahun-tahun lamanya aku tidak jatuh cinta pada manusia. Terakhir kali aku
jatuh cinta adalah pada salah satu karakter di novel berjudul Abarat yang
ditulis oleh Clive Barker (satu lagi novel bergenre fantasi yang membuatku
tergila-gila). Aku lupa kapan aku membacanya, mungkin awal Februari lalu. That was
really a great book! Lalu, mau kita sebut apa perasaan ini? Datangnya begitu
tiba-tiba dan ikut mengalihkan fokusku yang sudah berantakan dalam beberapa
bulan ini. Ah, aku tidak bermaksud puitis. Well, kalau begitu, biarkan saja
waktu yang menjawabnya! Haha.
Dengan semua ketiba-tibaan ini,
aku merasa begitu...ceroboh, tidak teratur, dan tanpa konsentrasi. No way! Ini
bukan gue banget! Bulan depan, aku sudah harus mengemas kembali hidupku, menata
kembali perasaan dan fikiranku ke tempatnya semula (yang tampaknya mulai
terbang ke hal-hal yang absurd). Fine, itu saja catatan penting di akhir bulan ini. Aku harus bangun kembali
bulan depan! C’mon!
Ini tentang saya, Lun? Akhirnya, kamu mengakui kalau kamu jatuh cinta sama saya. :D
BalasHapusAaaaaaaaa NGGAK! NGGAK! NGGAK! >.<
BalasHapusNgapain kamu masuk2 rumahku?!
Pulang sana!
Nggak ada apa2 di sini! >.<
Oke, saya pulang. :D
BalasHapusia, pulang saja kamu kepada ibumu atau ayahmu! :D
BalasHapus