Jumat, 08 Mei 2015

What I did on My Birthday

Source : zerochan.net
Dear Moony,
Kemarin pagi aku terbangun dalam keadaan pusing, dahaga, dan nyeri di sekujur tubuh. Padahal, hari itu ada seabrek rencana untuk bersenang-senang : jalan-jalan ke toko buku, makan kue coklat, melahap es krim sampai puas dan. . . dan. . . itu saja :D

Karena masih pukul 03.10 AM, akhirnya aku memutuskan untuk tahajjud saja. Kufikir, ini kan hari ulang tahunku, hari penting ketika Allah memutuskan untuk memberiku kesempatan melihat dunia, kenapa aku tidak meminta sesuatu yang sangat spesial pada Allah di hari ini?

Tapi, mau meminta apa lagi?

Setelah difikir-fikir dengan baik, ternyata tidak ada yang benar-benar spesial untuk diminta. Akhirnya, aku memanjatkan doa yang sama seperti biasanya: kasih sayang dan ampunan Allah untuk kedua orangtuaku, bimbingan dan petunjuk-Nya untuk adik-adikku, dan kemudahan dan kebahagiaan hidup untuk setiap orang yang kukenal dan kusayangi.

Adzan subuh masih lama. Aku mulai menulis di blog, mengingat-ingat apa saja yang terjadi sepanjang usia 24 dan menuliskan hal-hal yang ingin kusyukuri.

Ternyata, ternyata . . . kayak ada pahit-pahitnya gitu sejak Mei 2014 sampai Mei 2015 ini, hahah, tapi alhamdulillah semua sudah terlewati. Usia 24 sepertinya dilalui dengan begitu banyak tangisan. Iya, ini usia paling mellow yang pernah aku punya dalam hidupku. Mellow emang nggak enak, tapi marshmellow asik kok, kayak ada manis-manisnya gitu. Lhoh?!

Aku memang bukan gadis yang kuat seperti Nanami yang menunggu Yano bertahun-tahun, menghadapi segala macam rasa, sendirian saja. Kuat dan berusaha kuat adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Hidup tak pernah sedramatis manga apapun yang pernah kubaca. Yang pergi tetap pergi. Yang tertinggal tetap sendiri. Keajaiban tidak turun tiba-tiba seperti konsep co-insidence dalam teori prosa, atau yang biasa mereka sebut sebagai plot twist. Begitulah realitanya. Apa yang dapat kulakukan untuk melawan kenyataan? Tidak ada. Satu pilihan yang pasti adalah penerimaan yang baik, terhadap diri sendiri, terhadap skenario apapun yang Allah tetapkan. Kalau tak mau menerima, lalu mau apa? Bunuh diri? Fikiranku belum sekacau itu.

Aku tak pernah bisa menebak sampai mana aku bisa terus berjalan seperti ini, sendiri. Kita lihat saja. Oke, fine. Yang penting, saat-saat paling sulit itu sudah berlalu. Sekarang adalah waktunya untuk menertawakan semua luka-luka di masa lalu. Aku sudah mendapatkan semangat yang baru. Ada kepercayaan diri yang baru. Ada harapan-harapan kecil yang beriak di dasar hati. Aku tak tau, dengan hidup seperti ini aku bisa berharap apa, tapi keberadaan harapan itu benar-benar terasa adanya. Seperti gelembung-gelembung di permukaan air ketika ia mulai mendidih . . . harapan-harapan itu bermunculan, meletup-letup. Entah dia akan menjadi apa, aku tak tahu. Ini bukan harapan tentang seseorang, setidaknya sampai hari ini, belum. Aku belum mengharapkan siapa-siapa untuk masuk dan ikut menanggung kesulitanku. Tidak. Ini mungkin tentang mimpi-mimpi yang dulu sempat terinjak-injak . . . aku ingin membangunnya kembali . . . :-)

Nah, jadi, apa yang kulakukan sepanjang hari ulang tahunku kemarin?
Setelah sholat subuh dan tilawah, ternyata aku tidak melakukan apapun.
Pesan-pesan dan ucapan selamat dari orang-orang tersayang masuk satu persatu sejak pagi.

Dari BFFL, Dewi :
Wulan,, happy birthday!!!
Semoga umurmu berkah, semoga dimudahkan semua jalanmu, semoga lekas sembuh, semoga cpt dpt jodoh dan pnya keluarga.Amiin.


Aamiin. Ini doa terhebat.

Dari sobat pena terbaik, Vivi :
Happy birdday..
Happy birdday..
Happy birdday to u..!” ^^
Semoga panjang umur, tokony tambah laris, dan bahagia selalu di tengah kegalauan dunia hahaha


Oke, Vi, kayaknya ini bukan ucapan selamat ulang tahun. Selamat hari burung juga!

Dari Bapak :
Naliko semono wayahe jam 1 awan. Srengenge srumunar terang langit katon resik. Tukang but podo podo kotekan ngento2 papan kang ora bentuk dadi barang kang endah lan larang regane.Yo kahanan kang sarwo resik terang edi lan peni ditambah merdune sworo wong kotekan gawe sampan. Dumadakan mak cenger swarane bayi kang lagi teko soko guwo garbane ibune. Kahanan sontak dadi sepi adem ayem kang kebak roso kabungahan. Tumeko sak iki wis 25 tahun wayahe. Yo wektu iki pinongko pangeling eling 25 tahun kang kepungkur. Bali menyang kiblate kang sarwo teran resik lan endah koyo gek jaman semono.

Nah, yang ini aku no comment.

Dari Emak :
. . . . . . .

Aku speechless.
Soalnya dia nggak SMS, tapi telfon, dan suara yang terdengar adalah tangisan, 

“Wulan harus sehat lagi ya, Nak...”
. . . . . . .

Aku kembali kehilangan kata-kata.

“Harus semangat sih, minum obat yang rajin . . . ,”

Aku tarik nafas dalam-dalam, “Iyah, pasti nanti sembuh, tenang aja,”

Haha. Jawaban macam apa itu? Menjanjikan hal yang bukan kuasaku?
Well, lupakan dialog itu. Fakta pentingnya adalah kemarin aku sakit. Akhirnya aku hanya terbaring dan berselimut, membuka akun facebook Little Cherry dan membalasi setiap ucapan selamat ulang tahun, satu-persatu, tanpa copy-paste. Melibatkan rasa dalam kata-kata itu penting. Jangan sampai menyakiti orang lain yang menulis doa yang tulus dan panjang, tapi hanya dijawab dengan jawaban yang di-copy. I can’t take for granted. Aku membaca kualitas setiap orang. Nggak bisa pukul rata.

Jadi, rencana bersenang-senang gagal. Tidak ada jalan-jalan. Tidak ada kue coklat. Akhirnya aku mentitahkan adikku untuk membeli es krim di Alfamart. Dua es krim kacang ijo stick dan satu es krim cup gede. Hahah. Ini sarapan macam apa? Di dunia ini, mungkin cuma aku doang orang demam yang ngotot makan es krim sebanyak ini. Nggak makan sendirian sih, pake berbagi sama adikku. Segitu saja, wajahnya udah kayak orang mau nangis. Aku terpaksa memberi mental support untuknya.

“Ayo habiskan! Kamu pasti bisa! Habiskan sampai tetes terakhir!” Ahahha.

Nggakpapa kan sesekali sedikit dzolim dan semena-mena? Haaha.

Source : deviantart.net
Aku sendiri ternyata nggak bisa menikmati es krimku. Karena sakit, semua terasa pahit. Es krim pahit. Roti tawar jadi pahit. Apalagi hidupku! Hahay :D

Hari kemarin jadi nggak keren banget. Sepanjang siang sampai sore aku hanya berselimut, sakit perut dan terkapar sendirian di kamar, tanpa adikku. Dia pergi, huufft -_-

Malemnya, aku juga nggak bisa melakukan aktifitas apa-apa, masih sakit, ditambah flu juga. Mungkin karena kebanyakan makan es krim. Sambil merenungi nasib, aku mengingat-ingat pendapat beberapa orang tentangku . . . . Beberapa mengatakan, aku masih amat-sangat-terlalu lugu perihal perasaan. Really? Apa aku sebodoh itu? -_- Beberapa lainnya mengatakan, aku orang yang keras kepala dan picky. Oke, kurasa ini benar. Aku harus belajar lebih banyak lagi, menjadi wanita dewasa, yeaahh! Hahha :D

Well, selesai sudah tanggal 7 Mei 2015. Aku tidak begadang kali ini. Aku harus tidur agar cepat pulih kembali. Selamat pagi, Bulan! Tetaplah bersinar terang walau sendirian! ^_^ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar