Sabtu, 18 April 2015

Bukan Puisi : Catatan Rasa di Minggu ke 23



Bukankah…
Setiap perasaan cinta itu seharusnya berakhir bahagia?
Maka…
Aku lebih memilih menyimpan rindu dan menitipkannya pada Rabbku,
Dari pada harus mengakuinya lalu kecewa karna tak dapat mempertanggungjawabkannya.
Aku lebih memilih terluka diabaikan orang yang kusuka,
Dari pada harus menanti dan mengharapkannya padahal ia tak ada rasa…

Bukankah…
Setiap perasaan cinta seharusnya berbalas dengan cinta?
Maka…
Aku lebih memilih menahannya dan menangisinya di depan Tuhanku,
Dari pada harus mengutarakannya lalu tersakiti karna mendapatinya berbeda isi hati,
Aku lebih memilih terdiam dalam perih,
Dari pada harus menjalaninya dengan harapan buta dan tak pernah dipilih.

Bukankan….
Cinta seharusnya bersama?
Sebaiknya aku memilih tak terlibat jika tak tau bagaimana akhir ceritanya,
Sebaiknya aku tak terikat bila bukan dalam ikatan yang membuat Allah ridha.
Walau aku tak kan dapat melarikan diri dari perasaanku,
Walau ia akan tumbuh lebih besar seiring waktu,
Biarlah…
Itu urusan Rabbku,
Sesungguhnya Dia yang berkuasa atas setiap rasa…

Aku memang orang yang pengecut untuk ukuran manusia,
Aku lebih memilih terluka di awal,
Aku tak punya nyali untuk menyicipi rasa kecewa,
Tapi setidaknya,
 Aku berusaha keras untuk setia dalam perbuatan dan kata-kata,
Setia pada takdir Ilahi yang tak kan lari,
Setia pada janji yang kuucapkan untuk kehormatan diri,
Dan yang istimewa :
Setia pada seseorang yang menungguku di ujung cerita.
Ia tak kan membuatku menyesal menantinya,
Karna Allah menjanjikan kami memilki rasa yang sama,
Maka…
Seperti Ali ra. yang menjemput cinta Fatimah Azzahra,
Temukan aku segera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar