Bukankah…
Setiap perasaan cinta
itu seharusnya berakhir bahagia?
Maka…
Aku lebih memilih
menyimpan rindu dan menitipkannya pada Rabbku,
Dari pada harus
mengakuinya lalu kecewa karna tak dapat mempertanggungjawabkannya.
Aku lebih memilih
terluka diabaikan orang yang kusuka,
Dari pada harus menanti
dan mengharapkannya padahal ia tak ada rasa…
Bukankah…
Setiap perasaan cinta
seharusnya berbalas dengan cinta?
Maka…
Aku lebih memilih menahannya
dan menangisinya di depan Tuhanku,
Dari pada harus
mengutarakannya lalu tersakiti karna mendapatinya berbeda isi hati,
Aku lebih memilih
terdiam dalam perih,
Dari pada harus menjalaninya
dengan harapan buta dan tak pernah dipilih.
Bukankan….
Cinta seharusnya
bersama?
Sebaiknya aku memilih
tak terlibat jika tak tau bagaimana akhir ceritanya,
Sebaiknya aku tak
terikat bila bukan dalam ikatan yang membuat Allah ridha.
Walau aku tak kan
dapat melarikan diri dari perasaanku,
Walau ia akan tumbuh
lebih besar seiring waktu,
Biarlah…
Itu urusan Rabbku,
Sesungguhnya Dia yang
berkuasa atas setiap rasa…
Aku memang orang yang
pengecut untuk ukuran manusia,
Aku lebih memilih terluka di awal,
Aku tak punya nyali untuk menyicipi rasa kecewa,
Aku lebih memilih terluka di awal,
Aku tak punya nyali untuk menyicipi rasa kecewa,
Tapi setidaknya,
Aku berusaha keras untuk setia dalam perbuatan
dan kata-kata,
Setia pada takdir
Ilahi yang tak kan lari,
Setia pada janji yang
kuucapkan untuk kehormatan diri,
Dan yang istimewa :
Setia pada seseorang
yang menungguku di ujung cerita.
Ia tak kan membuatku menyesal menantinya,
Karna Allah menjanjikan
kami memilki rasa yang sama,
Maka…
Seperti Ali ra. yang menjemput cinta Fatimah Azzahra,
Seperti Ali ra. yang menjemput cinta Fatimah Azzahra,
Temukan aku segera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar