Jumat, 17 April 2015

Suatu Saat

Belum pernah aku berangan sedalam ini,
Suatu saat ketika pagi pagi penuh kantuk terasa begitu menyegarkan,
Menggodaku untuk tersenyum menyambut dunia,
Dengan aroma susu coklat dan teh hangat yang membangunkan jiwa,
Aku merasa begitu hidup,
Begitu berarti,
Begitu terarah hingga hatiku penuh,
Menggelembung oleh bahagia.

Belum pernah aku berkhayal sejauh ini,
Suatu saat ketika siang siang kering berdebu terasa begitu damai,
Begitu menenangkan kalbu,
Dengan matahari terik yang mencerahkan hari,
Aku seolah bersinar bersamanya,
Bersabar menanti hati-hati yang pulang dengan lelah tapi ceria,
Bersabar menanti suara langkah-langkah akrab masuk ke rumah,
Ah, aku akan merasa aman dalam dekapan kasihnya hingga senja.

Belum pernah aku bermimpi setinggi ini,
Suatu saat ketika malam malam berembun justru tak terasa dingin,
Suara jangkrik berubah menjadi gesekan biola,
Dan suara katak terdengar bagai lagu ninabobo teristimewa.
Aku merasa begitu nyaman berada di bawah selimut tebal,
Berlapiskan tawa canda,
Dipeluk oleh indahnya dongeng dan cerita-cerita,
Lalu terlelap tentram dalam hangatnya cinta...

2 komentar: